Mengenal Konsep Digital Marketing dan Cara Kerja
Ringkasan:
- Digital marketing adalah strategi pemasaran online yang memanfaatkan platform digital seperti website, media sosial, email, dan mesin pencari untuk meningkatkan brand awareness dan penjualan.
- Konsep digital marketing berfokus pada customer journey, mulai dari awareness, consideration, decision, retention, hingga advocacy.
- Saluran digital marketing yang paling banyak digunakan berdasarkan tekniknya adalah SEO, social media marketing, PPC, content marketing, email marketing, dan affiliate marketing.
- Cara kerja digital marketing dimulai dari analisis pasar, penentuan target audiens, pemilihan channel yang sesuai, hingga pengukuran kinerja seperti CTR dan ROI.
- Dibandingkan pemasaran tradisional, digital marketing mampu menjangkau audiens lebih luas dengan biaya efisien dan performa yang bisa diukur secara real time.
Memahami konsep digital marketing untuk bisnis masa kini bisa menjadi investasi tak ternilai, baik bagi karyawan maupun pimpinan.
Rangkaian strategi digital marketing ini tidak hanya membantu bisnis menurunkan biaya operasional, melainkan turut meningkatkan produktivitas dan profitabilitas dengan cara yang efektif dan efisien.
Nah, bagi kamu yang tertarik berkarier di bidang digital marketing, yuk, pelajari konsep dan cara kerjanya terlebih dahulu lewat ulasan di bawah ini!
- Apa Itu Digital Marketing?
- Konsep Dasar Digital Marketing
- Cara Kerja Digital Marketing
- Kesimpulan
- Pertanyaan Seputar Konsep Digital Marketing
Apa Itu Digital Marketing?
Digital marketing adalah aktivitas pemasaran alias marketing yang dilakukan secara online menggunakan berbagai platform digital.
Istilah umum alias umbrella term ini mencakup banyak hal di dalamnya, mulai dari penggunaan media sosial untuk content marketing, email marketing, artikel blog, hingga search engine optimization (SEO).
Berbeda dengan pemasaran tradisional, pemasaran digital mempunyai jangkauan luas dan cepat.
Biaya pemasarannya pun cenderung lebih rendah dengan efektivitas maksimal yang terukur.
Menurut KW Marketing, konsep pemasaran digital pun merupakan perjalanan panjang dengan tahapan yang cukup banyak, mulai dari brand awareness (kesadaran merek), sales, hingga retention.
Oleh sebab itu, strategi pemasaran di setiap tahap dan jenis digital marketing berbeda-beda sesuai tujuan dan target pasar yang ingin dicapai.
Konsep Dasar Digital Marketing
Banyak yang mengira menjalankan digital marketing sebatas membuat postingan, menyebarkannya di media sosial, lalu menunggu konsumen membeli produk atau layanan yang ditawarkan.
Padahal, penerapan konsep digital marketing terbilang kompleks, lho.
Contohnya, konten untuk pemasaran produk organik bisa berbeda dengan konten untuk iklan berbayar. Keduanya memiliki format dan tujuan berbeda, tetapi sama-sama dibutuhkan.
Mengapa bisa begitu? Merujuk pada Ahrefs, berikut perbedaan tujuan konten pemasaran organik dan iklan berbayar (paid ads):
- Konten organik bertujuan menarik lebih banyak traffic dan engagement, biasanya fokusnya untuk peningkatan brand awareness.
- Iklan berbayar bertujuan menghasilkan konversi lebih cepat, seperti clicks, leads, hingga sales.
Meski begitu, setiap bisnis tidak harus menjalankan pemasaran organik dan berbayar secara bersamaan. Semua kembali pada ketersediaan budget dan tujuan pemasaran.
Agar lebih memahami cara kerja digital marketing dan menentukan strategi paling tepat untuk bisnis, simak penjelasan mengenai tiga poin penting terkait digital marketing di bawah ini.
Customer Journey dalam Digital Marketing
Memahami konsep customer journey adalah kunci dasar digital marketing yang sukses.
Customer journey adalah perjalanan konsumen dari sebelum sampai setelah membeli sebuah produk.
Dalam digital marketing, setiap tahapan customer journey sangat penting sebagai data untuk merumuskan strategi berikutnya yang lebih efektif.
Seperti contoh, kamu melihat sebuah iklan tumbler dari merek yang belum pernah didengar sebelumnya.
Desain botol minuman tersebut estetik dan ergonomis. Meski mereka menawarkan diskon dan bundling, kamu belum tentu langsung membelinya, kan?
Kamu mungkin baru tertarik membelinya setelah beberapa kali melihat iklan dan review tumbler tersebut. Setelah mempertimbangkan harga dan kebutuhan, barulah kamu memutuskan membelinya.
Jika kualitas tumbler memuaskan, ada kemungkinan kamu merekomendasikannya ke orang-orang. Begitu juga sebaliknya.
Berdasarkan ilustrasi di atas, kamu dapat melihat ada proses (perjalanan) yang cukup panjang sejak calon pelanggan pertama kali mengetahui tentang produk, sampai akhirnya memutuskan untuk membelinya.
Well, meski secara umum customer journey itu sama untuk semua produk atau layanan, durasinya prosesnya bisa berbeda tergantung target pasar dan jenis produk.
Dilansir dari Customer Alliance, ada lima tahapan customer journey dalam marketing funnel, yaitu:
1. Awareness
Awareness adalah tahap awal saat calon pelanggan baru mengetahui kehadiran merek atau produkmu.
Setiap brand harus membuat strategi khusus untuk meningkatkan brand awareness pada tahap awal aktivitas digital marketing.
Makin fokus aktivitas brand awareness, visibilitas online produk atau brand kamu pun makin tinggi.
Makin tinggi visibilitas, makin besar peluang pasar menyadari kehadiran produk atau brand-mu di tengah banyaknya pesaing lain.
Karena fokusnya pengenalan atau edukasi produk, kamu belum bisa memasang target sales atau profitabilitas di tahap ini.
2. Interest atau Consideration
Ini adalah tahap ketika calon konsumen mulai tertarik dan bahkan mempertimbangkan untuk membeli produk.
Mereka akan mencari tahu lebih banyak tentang produk, baik bertanya langsung kepadamu maupun mencari review atau informasi dari pihak lain.
Tak jarang, mereka juga akan membandingkan antara produkmu dengan kompetitor, mulai dari aspek kualitas, harga, hingga layanan after-sales.
3. Decision
Setelah mempertimbangkan berbagai hal, calon pelanggan akan menentukan apakah produk kamu layak dibeli atau tidak. Layak dalam artian, memenuhi kebutuhan atau keinginan mereka.
Namun, setelah ada pembelian dari calon pelanggan, bukan berarti customer journey selesai. Produk yang baik idealnya harus mencapai Retention dan Advocacy dari konsumen.
4. Retention
Jika konsumen merasa puas dan cocok dengan produk dan layanan yang kamu tawarkan, maka retention akan terjadi.
Mereka akan kembali membeli produk yang sama, bahkan produk lain untuk melengkapi koleksi dan menjadi loyal customer.
Di tahap ini, cross selling pun terjadi secara organik tanpa banyak effort penawaran.
5. Advocacy
Advocacy adalah tahap di mana seorang konsumen merekomendasikan produk dan layanan yang digunakannya kepada orang lain karena merasa puas. Dengan begitu, konsumen baru pun bertambah.
Jika produk sudah sampai pada tahap advocacy, artinya bisnis berhasil memunculkan strategi word of mouth secara organik.
Di mana, merujuk pada Forbes, word of mouth merupakan strategi marketing yang paling efektif untuk meningkatkan penjualan menurut sebagian besar marketing executive.
Ingat, membangun kesadaran merek yang baik memang akan menarik perhatian calon konsumen. Namun, kualitas produk dan layanan lah yang mendatangkan lebih banyak pelanggan berkualitas.
Baca Juga: 6 Cara Menjadi Digital Marketer dan Tips Suksesnya
Saluran Digital Marketing
Salah satu keuntungan mengadopsi digital marketing yaitu dapat menjangkau audiens lebih luas sesuai target yang dapat ditentukan sendiri sejak awal.
Untuk bisa menjalankan digital marketing, kamu membutuhkan saluran dan platform yang tepat. Masing-masing saluran pun memiliki treatment tersendiri untuk strateginya.
Berikut lima saluran digital marketing berdasarkan tekniknya yang banyak digunakan di berbagai industri bisnis:
1. SEO (Search Engine Optimization)
SEO merupakan teknik digital marketing yang bertujuan meningkatkan visibilitas website di mesin pencari, sehingga dapat muncul di posisi teratas sesuai kata kunci atau maksud pencarian tertentu.
Seperti namanya, SEO berfokus pada saluran search engine seperti Google, Bing, dan sejenisnya.
Teknik digital marketing ini organik karena tidak memerlukan iklan berbayar untuk memunculkan website di halaman teratas hasil pencarian.
Saat menjalankan SEO, kamu perlu mengoptimalkan konten dan elemen lain dalam web, seperti penggunaan kata kunci relevan, struktur penulisan, dan sebagainya.
Namun, menjadikan web berada di posisi teratas hasil pencarian mesin pencari tidak bisa dilakukan dalam waktu instan.
Kamu memerlukan konsisten dan jangka waktu yang cukup panjang (setidaknya berbulan-bulan) untuk mewujudkannya.
Meski tujuannya untuk visibilitas, namun strategi SEO yang sukses tentu yang mampu menghasilkan leads dan revenue.
2. SMM (Social Media Marketing)
Umumnya, tujuan social media marketing adalah membangun hubungan dengan audiens melalui media sosial seperti Instagram, X, dan Facebook. Strategi utamanya mencakup pembuatan dan distribusi konten yang menarik.
Langkah awalnya adalah memilih platform yang sesuai preferensi target audiens.
Setelah itu, lakukan eksplorasi mencakup pembuatan konten menarik, relevan, kreatif, dan beragam sesuai native platform maupun audiens dan lakukan secara konsisten.
3. PPC (Pay Per Click)
Cara kerja digital marketing ini dengan pengiklan membayar setiap audiens mengklik iklan tersebut.
Hingga kini pay per click (PPC) masih cukup efektif membuat biaya pemasaran lebih efisien. Mengapa demikian?
PPC memungkinkan kamu menjangkau audiens yang tepat lewat targeting yang lebih efektif, termasuk identifikasi karakteristik demografis usia, jenis kelamin, dan minat.
Dengan begitu hanya orang-orang dengan karakter ini yang akan terpapar iklanmu.
4. Content Marketing
Fakta bahwa platform digital memiliki karakteristik unik membuat aktivitas content marketing banyak diterapkan oleh pelaku bisnis.
Tujuan utama content marketing adalah menjalin interaksi online dengan audiens untuk membangun komunikasi dan kepercayaan melalui konten yang menarik dan relevan. Saluran eksekusinya lebih banyak dilakukan di media sosial.
International Journal of Information Management pun menyebut, content marketing memainkan peran sangat penting dalam keberhasilan marketing communication.
5. Email Marketing
Email marketing juga termasuk teknik digital marketing yang masih efektif mendatangkan leads dan penjualan melalui saluran email.
Konten yang dipasarkan melalui email bisa sangat beragam, seperti artikel blog video infografis dan lain-lain yang bisa kamu pilih sesuai kebutuhan.
Pastinya, akan lebih baik jika kamu juga menguasai konsep digital marketing secara keseluruhan, termasuk segmentasi audiens, personalisasi pesan, hingga analisis campaign.
Dengan demikian, pesan yang disampaikan dari berbagai channel tetap selaras dan menghasilkan customer journey yang apik.
6. Affiliate Marketing
Selain lima konsep di atas, ada lagi konsep affiliate marketing yang kini makin menjamur di media sosial dan e-commerce.
Affiliate marketing adalah strategi pemasaran yang memanfaatkan pihak ketiga (individu atau perusahaan) untuk mempromosikan produk. Nantinya, mereka akan memperoleh komisi dari setiap penjualan yang berhasil.
Tools dan Teknologi dalam Digital Marketing
Cara kerja digital marketing yang efektif tidak lepas dari berbagai tools pendukung. Baik berupa fitur dalam platform channel maupun tools pihak ketiga.
Seperti contoh, untuk keperluan SEO, ada Google Analytics dan SEMrush untuk meningkatkan peringkat situs web, analisis kata kunci, dan evaluasi kinerja konten atau campaign.
Untuk optimasi iklan berbayar, ada berbagai fitur yang mencakup identifikasi karakteristik demografis pada Facebook Ads dan Google Ads yang bisa kamu manfaatkan.
Cara Kerja Digital Marketing
Ada sangat banyak keuntungan menguasai konsep digital dalam menjalankan bisnis di masa sekarang dengan persaingannya yang sangat ketat.
Karena itu, pahami cara kerja digital marketing mendasar berikut agar menghasilkan output yang maksimal:
1. Analisis pasar
Analisis pasar mencakup kegiatan untuk memahami nilai minat perilaku pembelian calon pelanggan.
Data karakteristik demografis usia jenis kelamin hingga pekerjaan dan psikografis calon pelanggan akan membantu kamu menyusun strategi lebih detail.
2. Penetapan target audiens
Selanjutnya, buatlah persona audiens berdasarkan informasi demografis usia jenis kelamin dan sebagainya yang sudah kumpulkan.
Persona audiens adalah data penting untuk membantumu mengetahui dengan baik siapa yang menjadi target pasar.
Tanpa persona audiens, menjalankan strategi pemasaran bagai tanpa pijakan karena tidak fokus dalam membidik target pasar utama.
3. Pemilihan channel yang relevan
Dalam memilih channel atau platform pastikan kamu menyesuaikannya dengan persona yang sudah dibuat.
Seperti misal untuk remaja platform media sosial yang cocok adalah Instagram dan TikTok, sedangkan orang dewasa lebih banyak di Facebook dan X.
4. Pengukuran kinerja
Terakhir, buat pengukuran kinerja yang sudah kamu lakukan dengan menganalisis matriks yang relevan, seperti klik, konversi, dan ROI. Hasil pengukuran ini menjadi evaluasi untuk strategi di periode berikutnya.
Untuk mempermudah pemahaman, perhatikan contoh konsep digital marketing berikut:
- Produk: Kosmetik vegan.
- Analisis pasar: Wanita usia 18-35 tahun memiliki ketertarikan tinggi dengan produk ini.
- Penetapan target audiens:
- Jenis kelamin dan lokasi pekerjaan: Perempuan, kota besar (Jabodetabek, Bandung, Surabaya), pekerja & ibu rumah tangga. - Pemilihan channel yang relevan: Instagram dan TikTok.
- Pengukuran kinerja: Menggunakan matriks impression dan CTR.
Baca Juga: Cara Membuat CV Fresh Graduate untuk Digital Marketing
Kesimpulan
Digital marketing menawarkan banyak keuntungan dan penerapannya sangat fleksibel untuk berbagai jenis bisnis.
Kamu bisa menggunakan satu atau beberapa konsep, mulai dari SEO hingga PPC sesuai kebutuhan.
Pastikan untuk memiliki informasi dasar, seperti usia jenis kelamin lokasi dan data demografis lain untuk membantu membuat persona audiens yang tepat.
Persona audiens akan membantumu menentukan strategi tepat untuk hasil marketing yang maksimal.
So, siap menjalankan strategi digital marketing?
Yuk, persiapkan diri kamu untuk menggapai pekerjaan impian dengan membaca berbagai informasi dan Tips Karier di situs Jobstreet by SEEK.
Setelah itu, jangan lupa perbarui profil Jobstreet kamu dan temukan lowongan kerja yang tepat.
Download aplikasi Jobstreet by SEEK di Play Store atau App Store dan nikmati kemudahan untuk mengakses informasi terbaru seputar dunia kerja hanya dalam satu genggaman saja! Semoga berhasil!
Pertanyaan Seputar Konsep Digital Marketing
- Berapa biaya yang diperlukan untuk menjalankan kampanye digital marketing?
Biaya kampanye digital marketing bergantung pada platform yang dipilih, jenis konten, durasi, dan target audiens. Sebagai contoh, Google Ads dapat berkisar mulai $0,5 sampai $5 per klik. - Apa saja tantangan terbesar dalam digital marketing?
Perubahan algoritma, persaingan ketat, relevansi konten dengan target audiens, dan pengukuran ROI. - Apa saja jenis-jenis digital marketing?
Digital marketing terbagi menjadi beberapa sub bidang spesifik berdasarkan salurannya yaitu SEO, PPC, content marketing, social media marketing, email marketing, affiliate marketing, dan video marketing. - Apa perbedaan antara digital marketing dan traditional marketing?
Perbedaan keduanya mencakup platform yang digunakan, biaya yang perlu dikeluarkan, jangkauan audiens, efektivitas pengukuran, dan interaktivitas dengan audiens.