Kamis, 11 September 2025

Sejarah Xiaomi

 Scroll ke bawah untuk membaca berita

Logo

Teknologi & In

Ketahui Sejarah Xiaomi hingga Jadi Industri Teknologi Global

Berdiri sejak 2010, Xiaomi memiliki visi menghadirkan keunggulan
Herodia S.Kom
Logo baru Xiaomi (kiri) dan logo lama (kanan). Kredit: Xiaomi/The Verge
Perbesar
Logo baru Xiaomi (kiri) dan logo lama (kanan). Kredit: Xiaomi/The Verge Baca berita dengan sedikit iklan,

TEMPO.CO, Jakarta - Siapa yang tidak mengenal brand Xiaomi? Sebuah perusahaan asal Tiongkok yang berfokus pada pembuatan smartphone dan perangkat elektronik lainnya itu didirikan pada April 2010 di Beijing, Cina.

Baca berita dengan sedikit iklan,klik di sini

Logo

Xiaomi memulai langkahnya sebagai perusahaan perangkat lunak. MIUI atau sistem operasi berbasis Android yang mereka kembangkan menjadi produk pertama yang mencuri perhatian berkat antarmuka yang lebih ramah dan fitur lebih lengkap dibandingkan versi bawaan Android.

Scroll ke bawah untuk melanjutkan membaca

Logo

Dikutip dari laman Startup Talky, founder dari Xiaomi adalah Lei Jun, seorang lulusan Ilmu Komputer dari Universitas Wuhan. Jun memimpin Xiaomi setelah sukses menahkodai Kingsoft dan menjual toko buku daring Joyo.com ke Amazon.

Ia menjalankan perusahaannya ini didampingi beberapa orang lainnya, yakni Lin Bin (eks Google dan Microsoft), Dr. Zhou Guangping (eks Motorola), Liu De (desainer industri), Wong Kong-Kat (eks Microsoft), Hong Feng (eks Google), Chuan Wang (pengusaha teknologi VOD), hingga Li Wanqiang (pakar UI/UX). Mereka menyusun Xiaomi dari nol menjadi salah satu produsen ponsel terbesar di dunia yang kini punya ratusan juta pengguna aktif secara global.

Arti Xiaomi

Nama Xiaomi sendiri berarti "millet" atau "beras kecil", simbol kerendahan hati yang dalam pandangan Lei Jun menyiratkan filosofi Budha bahwa "sebutir nasi bisa seberat gunung". Lambang "MI" yang tertera pada logo perusahaan bukan hanya berarti Mobile Internet, tapi juga Mission Impossible yang berarti cerminan dari perjalanan mereka menghadapi tantangan besar di industri.

Dari Ponsel ke Produk Lainnya

Setelah sukses merilis Mi One pada 2011, Xiaomi terus memperluas lini produknya, mulai dari seri Redmi, Mi, Pocophone, hingga produk gaya hidup seperti TV, laptop, aksesoris, perangkat wearable, peralatan rumah tangga, tas, gelas, termos, hingga obeng. Xiaomi juga mengembangkan layanan digital seperti Mi Music, Mi Video, dan Mi Game, serta menawarkan pinjaman mikro melalui Mi Credit di India.

Bahkan sekitar 25 persen pendapatan Xiaomi berasal dari produk IoT dan produk rumah tangga mereka. Hingga saat ini Xiaomi telah mengaktifkan lebih dari 900 juta perangkat IoT dan memiliki 702 juta pengguna aktif bulanan secara global. 

Dilansir dari laman resminya, Xiaomi mengusung misi membangun produk luar biasa dengan harga jujur agar semua orang bisa menikmati hidup yang lebih baik melalui teknologi inovatif.

Hal ini sejalan dengan tagline mereka, yakni “Innovation for everyone”. Komitmen ini membawa mereka dari smartphone ke ekosistem Human x Car x Home, di mana perangkat saling berkolaborasi, belajar dari pengguna, dan beradaptasi secara cerdas.

Ponsel, mobil, hingga peralatan rumah tangga belajar dari kebiasaan penggunanya, lalu menyesuaikan diri. Melalui HyperOS 2 dan Xiaomi HyperAI, teknologi Xiaomi semakin terintegrasi dengan konsep yang lebih personal dan responsif.

India Sebagai Pasar Terkuat

Menurut laporan laman DFC Modelling, salah satu pasar terkuat Xiaomi ada di India. Di sana, Xiaomi mendominasi penjualan ponsel dan bahkan memecahkan rekor dunia. Xiaomi India masuk Guinness World Records berkat mozaik logo terbesar di dunia menggunakan 9.690 lampu di atap kantor pusat mereka di Bengaluru. Strategi “harga rasional, kualitas maksimal” membuat Xiaomi digemari berbagai lapisan masyarakat.

Industri Teknologi Global

Xiaomi turut menjadi salah satu pemain global di bidang teknologi yang dibuktikan dengan lebih dari 100 pasar yang telah dimasuki. Perusahaan ini bahkan pernah dinobatkan sebagai startup teknologi dengan valuasi tertinggi pada 2014.

Pada 2021, Xiaomi masuk dalam daftar Top 100 Most Valuable Global Brands versi Kantar BrandZ. Meski sempat terdampak pandemi, Xiaomi menjadi satu dari sedikit merek ponsel besar yang mencatatkan pertumbuhan pada awal 2020.

Selanjutnya, pada September 2021, Xiaomi telah mengungkapkan bahwa mereka tidak akan meluncurkan produknya lagi dengan merek Mi. Raksasa teknologi asal China ini telah memutuskan untuk menarik nama “MI” dari semua produk mereka di masa depan.

Pada 2024, Xiaomi masuk daftar TIME’s 100 Most Influential Companies dan enam kali masuk Fortune Global 500. Pada kuartal ketiga 2024, Xiaomi mencatatkan pendapatan RMB 92,5 miliar yang nilainya naik 30,5% dari tahun sebelumnya.

Sementara segmen smartphone dan AIoT menyumbang lebih dari 80 miliar RMB. Tak berhenti di situ, mereka juga berkomitmen pada keberlanjutan terbukti dari desain produk yang ramah lingkungan, proses produksi yang efisien, hingga target netral karbon pada 2040.

close

Baca berita dengan sedikit iklan,klik di sini

Logo
Logo Tempo
Unduh aplikasi Tempo
download tempo from appstoredownload tempo from playstore
Ikuti Media Sosial Kami
© 2025 Tempo - Hak Cipta Dilindungi Hukum

Jumat, 17 Januari 2025

TKJ SMK PGRI 3 RANDUDONGKAL

 

Buka Peluang Lanjut Kuliah, SMK PGRI 3 Randudongkal Kunjungi Teknik Informatika ITN Malang

Wakil Rektor 3 ITN Malang Dr. Hardianto, ST., MT., menyambut kunjungan SMK PGRI 3 Randudongkal di Ruang Amphi lt 3 Gedung Elektro Kampus 2 ITN Malang, Selasa (16/5/2023). (Foto: Mita/Humas ITN Malang)


Malang, ITN.AC.ID – Prodi Teknik Informatika S-1, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang mendapat kunjungan dari 166 siswa SMK PGRI 3 Randudongkal, Kabupaten Pemalang, Jawa Tengah. Siswa kelas 10 Jurusan Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ) ini didampingi oleh enam guru pendamping. Rombongan SMK PGRI 3 Randudongkal disambut langsung oleh Wakil Rektor 3 ITN Malang Dr. Hardianto, ST., MT., dan Wakil Dekan 3 Fakultas Teknologi Industri (FTI) Drs. Sumanto, M.Si, di Ruang Amphi Lt 3 Gedung Elektro, Kampus 2 ITN Malang, Selasa (16/5/2023).

WR 3 ITN Malang Dr. Hardianto, ST., MT., menyambut kedatangan rombongan SMK PGRI 3 Randudongkal dan memberikan informasi seputar kampus. Menurutnya, siswa SMK sangat cocok melanjutkan kuliah ke jurusan teknik. Pasalnya jurusan yang ada di SMK sangat linier dengan jurusan di ITN Malang. Namun, bagi jurusan umum tetap bisa masuk, dan kuliah ITN Malang.

“ITN Malang terkenal dengan kampus teknik namun (yang kuliah) boleh tidak linier. Jurusan IPA, bahasa, boleh masuk ITN Malang. Nanti ada materi matrikulasi, ada penyegaran saat kuliah di semester awal,” kata Hardianto.

Rasa terima kasih mendalam atas sambutan civitas academica ITN Malang diungkapkan oleh Kepala Prodi TKJ SMK PGRI 3 Randudongkal Muhammad Yusuf, S.Kom. Ia mengatakan, SMK PGRI 3 Randudongkal setiap tahunnya mengadakan kunjungan industri ke perusahaan atau perguruan tinggi. Tujuannya untuk memberikan gambaran nyata kepada siswa terhadap dunia industri maupun perguruan tinggi.

Baca juga : 300 Siswa SMK Unggulan NU Mojoagung Kunjungi Kampus 2 ITN Malang

“Kunjungan merupakan proker tahunan sekolah yang wajib diikuti oleh siswa kelas 10 sebelum mereka melaksanakan praktek kerja lapangan. Kalau ke perguruan tinggi mereka akan bisa mengenal kampus, dan dosen. Karena setiap hari yang mereka temui adalah guru. Dengan kunjungan tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan dan wawasan para siswa,” ujar Yusuf.

Menurut Yusuf, selama ini SMK mempersiapkan murid-muridnya untuk bisa terjun langsung ke dunia kerja. Namun, kerja sambil kuliah juga bisa. Tidak menutup kemungkinan siswa SMK kedepannya melanjutkan kuliah ke perguruan tinggi. Untuk itu, kunjungan kali ini dimanfaatkan oleh SMK PGRI 3 Randudongkal untuk melakukan kerjasama dengan ITN Malang, khususnya dengan Prodi Teknik Informatika S-1.

Siswa kelas 10 Prodi TKJ SMK PGRI 3 Randudongkal saat mengunjungi Lab Mobile Programing Teknik Informatika ITN Malang. (Foto: Mita/Humas ITN Malang)

“Menjalin kerjasama, mungkin dalam hal peningkatan soft skill dari guru teknik komputer dan jaringan. Siswa juga bisa PKL di ITN Malang, dan lain sebagainya,” katanya.

Pada momentum tersebut juga dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Kaprodi Teknik Informatika S-1, ITN Malang Suryo Adi Wibowo, S.T., M.T dengan Kaprodi Teknik Komputer dan Jaringan SMK PGRI 3 Randudongkal Muhammad Yusuf, S.Kom. Perlu diketahui untuk nota kesepahaman bersama (NKB) antara ITN Malang dengan SMK PGRI 3 Randudongkal telah dilaksanakan secara desk to desk antara Rektor ITN Malang Awan Uji Krismanto, S.T., M.T., Ph.D, dan Kepala Sekolah SMK PGRI 3 Randudongkal Azwar Annas, S.Pd.,M.Pd.

Suryo Adi Wibowo, S.T., M.T menyampaikan, perjanjian kerja sama tersebut terkait dengan penerimaan mahasiswa baru, peningkatan SDM dan kelembagaan, serta pengembangan IPTEKS melalui kolaborasi pendidikan, penelitian dan abdimas. “Kerjasamanya nanti bisa dalam bentuk siswa magang di ITN Malang, atau mahasiswa informatika bisa menjadikan SMK sebagai tempat studi kasus untuk penelitian dan skripsi,” jelas Adi akrab disapa.

Harapan Adi, meskipun lulusan SMK bisa langsung bekerja, namun pendidikan ke jenjang lebih tinggi juga penting dimiliki untuk menentukan karir. Menurutnya, hampir semua perusahaan melakukan kebijakan outsourcing. Dimana dalam pelaksanaan di lapangan diutamakan pekerja yang masih muda.

Baca juga : Bertandang ke Teknik Informatika ITN Malang, SMKN 1 Kupang Ungkapkan Keinginan Kerjasama

“Perusahaan yang menerapkan outsourcing cenderung mengambil pekerja yang muda-muda untuk pelaksanaan di lapangan. Jadi, jika tidak bisa mengikuti jenjang karir lebih tinggi, bisa-bisa kontraknya diberhentikan. Inilah perlunya pendidikan tinggi,” tegasnya.

Sebagai pelengkap kunjungan, SMK PGRI 3 Randudongkal kemudian mengunjungi laboratorium teknik informatika. Seperti Lab Pemrograman Komputer, Lab Database dan Sistem Informasi, Lab Pengolahan Citra dan Multimedia, Lab Sistem Jaringan Komputer, Lab Robotika, dan Lab Mobile Programing. Dan kegiatan ditutup dengan berwisata ke Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) ITN Malang. (Mita Erminasari/Humas ITN Malang)

TKJ GRIGA

 





Salah satu bentuk,kepercayaan publik terhadap jurusan TKJ SMK PGRI 3 RANDUDONGKAL, dengan proses kbm yang sangat optimal,di tambah tenaga pengajar yang profesional alumni universitas terkemuka di indonesia,menjadikan peserta didik sangat siap mampu dan unggul menguasai konsentrasi keahlian yang telah di tentukan. Salah satu contoh nyata,yakni kunjungan universitas dian nuswantoro ke lab TKJ SMK PGRI 3 RANDUDONGKAL,dimana UDINUS melihat potensi besar dari sarpras dan siswa yang sedang fokus terhadap materi praktik yang diajarkan,udinus menilai dan bangga terhadap jurusan TKJ SMK PGRI 3 RANDUDONGKAL

Kamis, 18 Juli 2024

TUGAS SISTEM INFORMASI AKADEMIM

 Rancang bangun sistem informasi akademik,yang bertujuan untuk memudahkan bagian akademik dalam mengolah dan meyusun profile data nilai siswa,baik input olah maupun output










Selasa, 30 April 2024

Smart village

 

Menuju Smart Village, Apa Saja yang Dibutuhkan?

Smart village alias desa cerdas merupakan inisiasi Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (KDPDTT). Program ini adalah kerangka kerja membangun tanggung jawab, peran, serta akuntabilitas otoritas pengambil keputusan agar lebih efisien dan efektif, dengan memanfaatkan kemajuan teknologi informasi.

Program desa cerdas bukan sekadar digitalisasi, tetapi juga berkaitan dengan infrastruktur, mobilitas warga, lingkungan, tata kelola Pemdes, kualitas hidup warga, ekonomi warga, serta inovasi dan keterampilan warga. Apa saja sebenarnya yang dibutuhkan untuk mewujudkan desa cerdas ke seluruh pelosok Negeri?

Apa Itu Smart Village ?











Smart village adalah program yang dilandasi oleh peningkatan tren penggunaan telekomunikasi (TIK) dan teknologi informasi. Program ini mengadopsi konsep smart city atau kota cerdas dan dibangun di atas desa yang mandiri, dengan aset dan kekuatan masyarakat pedesaan terkait.

Jadi, warga desa akan diberi bimbingan untuk bisa mengembangkan berbagai potensi dan peluang baru menggunakan pemanfaatan TIK, inovasi, teknologi digital, serta pemanfaatan ilmu yang jauh lebih baik.

Kemajuan teknologi nantinya akan dimanfaatkan untuk pengembangan layanan publik serta pembangunan kawasan, mulai transportasi, infrastruktur, teknologi komunikasi, irigasi, zonasi, drainase, hingga energi.

Desa cerdas juga bertujuan untuk mewujudkan kebutuhan demokratisasi di wilayah desa. Peran aktif warga dalam membangun desa akan meminimalkan kecenderungan terjadinya kekuasaan yang terpusat. Selain itu, sebagai stakeholder, warga bisa berperan secara maksimal untuk berpartisipasi dalam setiap proses yang terjadi dalam tata pemerintahan. 

4 Aspek Utama yang Wajib Dipenuhi 

Sebagai tahap awal membangun desa yang cerdas, ada beberapa aspek utama yang wajib dipenuhi dan dioptimalkan, antara lain:

  1. Pemanfaatan energi: misalnya, desa yang cerdas bisa menghasilkan energi listrik secara mandiri melalui pemanfaatan sumber daya lokal.
  2. Pengelolaan lingkungan: misalnya, sumber daya di desa cerdas mampu secara efisien menyediakan solusi teknologi pengelolaan dan pengolahan sumber mata air lokal menjadi air minum.
  3. Pemanfaatan teknologi di sektor pertanian: sebagai contoh, desa cerdas bisa menerapkan teknologi yang tepat guna untuk meningkatkan hasil panen dan menyediakan sistem pengairan sawah.
  4. Optimalisasi pelayanan publik: contohnya, desa yang cerdas mampu menyediakan sistem pelayanan dan sistem informasi yang baik dan mudah demi memenuhi setiap kebutuhan warga.

6 Pilar Membangun Smart Village 

Program desa cerdas sejatinya merupakan langkah penting dalam mewujudkan akselerasi pembangunan desa melalui peningkatan kesejahteraan, kecerdasan, serta keharmonian warga lokal. Namun, tentunya harus disesuaikan dengan potensi dan keunikan desa masing-masing. 

Secara umum, membangun desa yang cerdas dan berbasis teknologi ini membutuhkan enam pilar. Apa saja?

  1. Smart people (warga cerdas)
  2. Smart government (pemerintahan cerdas)
  3. Smart economic (ekonomi cerdas)
  4. Smart mobility (mobilitas cerdas)
  5. Smart environment (lingkungan cerdas)
  6. Smart living (pola hidup cerdas)

5 Kegiatan Utama Konsep Desa Cerdas

Smart village adalah salah satu upaya membangun Indonesia yang lebih mandiri. Pemerintah pun telah mencanangkan lima kegiatan utama yang mesti diwujudkan sesuai target, antara lain:

1. Duta Digital

Duta digital merupakan pendamping teknis yang bertugas mendampingi serta mengawasi semua kader digital desa yang telah ditunjuk oleh Pemdes. Dengan periode kerja 2 tahun dan mencakup sekitar 5 desa, peran utamanya adalah mendorong literasi digital, mengembangkan ruang digital, serta memfasilitasi warga desa dalam berinovasi sesuai potensi desa.

2. Jejaring Desa Cerdas

Kegiatan ini berkomitmen penuh pada pendekatan pemerintah secara nasional, bekerja sama dengan para pihak terkait. Tujuannya adalah untuk memanfaatkan teknologi secara maksimal menuju transformasi desa.

3. Peningkatan Kapasitas

Tujuannya adalah menciptakan Duta Digital profesional yang andal dalam menyiapkan masyarakat desa mampu secara cerdas, kreatif, inovatif, dan adaptif teknologi membangun potensi desa.

4. Ruang Komunitas Digital

Pengembangannya penting untuk menciptakan ruang lingkup pembelajaran yang inovatif dan efisien. Jadi, ruang komunitas digital ini disediakan untuk warga belajar, melakukan diskusi, berinovasi, dan berkolaborasi menggunakan model operasional berkelanjutan.

5. Monitoring dan Evaluasi

Pemantauan dan evaluasi akan dilakukan untuk mewujudkan Desa Mandiri melalui enam pilar desa cerdas di atas.

Sebagai informasi tambahan, program smart village dimulai sejak 2020 dan ditargetkan akan selesai pada 2024 dengan jumlah target 3.000 desa cerdas. Meski fokus pada digitalisasi dan mengandalkan internet of things (IoT), program ini tetap harus dikembangkan selaras budaya dan tradisi desa.



Minggu, 07 April 2024

Era society 5.0



 Oleh herodia m S.Kom







Kita hidup dalam zaman yang dinamis dan penuh dengan perubahan. Generasi kita, anak-anak muda masa kini, adalah saksi dari pergeseran besar dalam perkembangan teknologi dan cara kita hidup. Salah satu fenomena menarik yang patut kita perhatikan adalah era Society 5.0.

Society 5.0 adalah konsep yang lahir dari Jepang dan mencerminkan tahap evolusi masyarakat berdasarkan peran teknologi. Kita telah melalui beberapa era sebelumnya, seperti Society 1.0 yang berfokus pada pertanian, Society 2.0 yang ditandai oleh revolusi industri, Society 3.0 dengan internet, dan Society 4.0 yang mengintegrasikan kecerdasan buatan dan teknologi canggih. (18/9/2023)

Namun, apa yang membedakan Society 5.0 adalah fokusnya pada kemanusiaan. Ini adalah era dimana teknologi seperti kecerdasan buatan, Internet of Things, dan big data digunakan untuk meningkatkan kualitas hidup manusia dan menyelesaikan masalah sosial. Ini adalah perpaduan antara teknologi tinggi dan kepedulian terhadap nilai-nilai kemanusiaan.

Misalnya, dalam Society 5.0, kita bisa melihat penggunaan kecerdasan buatan dalam bidang kesehatan. Robot medis yang dilengkapi dengan AI dapat membantu dalam prosedur bedah yang rumit, meningkatkan akurasi dan mengurangi risiko. Teknologi ini bukan hanya soal efisiensi, tetapi juga tentang menyelamatkan nyawa dan meningkatkan kualitas hidup.

Selain itu, Society 5.0 juga menekankan pada konsep “smart city”. Kota-kota cerdas ini menggunakan teknologi untuk mengelola sumber daya dengan lebih efisien, mengurangi emisi karbon, dan memberikan layanan publik yang lebih baik.

Secara lebih mendalam, Society 5.0 adalah tentang mengintegrasikan teknologi ke dalam kehidupan kita dengan cara yang lebih cerdas, manusiawi, dan berkelanjutan. Inilah beberapa aspek penting yang membedakan era ini:

Koneksi Tanpa Batas: Internet of Things (IoT) adalah inti dari Society 5.0. Ini mengacu pada jaringan perangkat dan objek yang saling terhubung dan dapat berkomunikasi dengan cerdas. Contohnya, rumah pintar yang dapat mengatur suhu, cahaya, dan keamanan dengan sendirinya berdasarkan preferensi dan kondisi kita.

Kecerdasan Buatan (AI): Teknologi AI digunakan untuk memahami data besar yang dihasilkan oleh IoT. Dalam konteks kesehatan, AI dapat menganalisis data medis pasien dan memberikan diagnosis yang lebih akurat dan cepat.

Industri 4.0: Society 5.0 juga mencakup konsep Industri 4.0, yang mengacu pada transformasi revolusi industri melalui otomatisasi, digitalisasi, dan integrasi data. Ini mengarah pada efisiensi yang lebih besar dalam produksi dan penggunaan sumber daya.

Kota Cerdas: Penerapan teknologi dalam pengelolaan perkotaan adalah salah satu fokus utama. Ini termasuk manajemen lalu lintas yang cerdas, penggunaan energi yang efisien, dan infrastruktur yang lebih berkelanjutan.

Masyarakat yang Terlibat: Society 5.0 mengharapkan partisipasi aktif masyarakat. Kita tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga berkontribusi dalam pengembangan solusi untuk masalah sosial melalui teknologi.

Meningkatkan Kualitas Hidup: Pada akhirnya, semua ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup kita. Contohnya, dalam pendidikan, teknologi dapat digunakan untuk memberikan akses ke pendidikan berkualitas bagi semua, tanpa memandang lokasi geografis atau latar belakang ekonomi.

Society 5.0 adalah gambaran masa depan di mana teknologi digunakan untuk memberikan solusi bagi masalah sosial, meningkatkan kualitas hidup kita, dan membawa dampak positif pada masyarakat secara keseluruhan. Bagi generasi muda, ini adalah tantangan dan peluang untuk berperan aktif dalam mengarahkan perjalanan masa depan ini.

Pengenalan d.m

  Jobsth Saran Karier Kehidupan kerja Pengembangan karir Mengenal Konsep Digital Marketing dan Cara Kerja Herodia m s.kom Ringkasan:   Digit...