Rabu, 17 Januari 2024

Technopreneur

 Peluang jurusan TKJ

Penulis herodia m S.kom

Technopreneur Adalah: Tujuan, Contoh, dan Peluang Untuk Masa Depan

Herodia m 
Kamis 18 januari 2024
Technopreneur
Ilustrasi Technopreneur. Foto: Jose Vazquez/Unsplash
- Era digital saat ini seakan mengharuskan manusia memahami teknologi. Banyak jenis pekerjaan yang dahulunya konvensional, kini beradaptasi dengan penggunaan teknologi.

Begitu pentingnya teknologi membuat prospek pendidikan dan pekerjaan yang berkaitan dengan teknologi semakin cerah. Salah satu bagian dari pekerjaan berbasis teknologi yang harus Anda ketahui adalah technopreneur.

Apa itu technopreneur? Nah, di sini akan kita ulas mengenai pengertian technopreneur beserta contoh dan peluang kariernya di masa mendatang.

Pengertian Technopreneur

Dijelaskan dalam buku pengantar Technopreneurship yang disusun Lembaga Pengembangan Pendidikan, Kemahasiswaan dan Hubungan Alumni (LP2KHA) Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya, technopreneur berasal dari gabungan dua kata, yaitu technology dan entrepreneur.

Technology atau yang dalam bahasa Indonesia berarti teknologi merujuk pada penerapan praktis ilmu pengetahuan ke dunia industri atau sebagai kerangka pengetahuan yang digunakan untuk menciptakan alat-alat, mengembangkan keahlian dan mengekstraksi materi guna memecahkan persoalan yang ada.

Sedangkan entrepreneur merujuk pada seseorang atau agen yang menciptakan bisnis atau usaha dengan keberanian menanggung resiko dan ketidakpastian untuk mencapai keuntungan dan pertumbuhan dengan mengidentifikasi peluang-peluang.

Sehingga dapat diartikan bahwa technopreneur adalah orang yang mengkolaborasikan antara bidang usaha dan penerapan teknologi.

Kolaborasi itu bisa dalam bentuk instrumen pendukung maupun sebagai dasar dari usaha itu sendiri. Kolaborasi ini terjadi dalam proses, sistem, pihak yang terlibat, maupun produk yang dihasilkan.

Perbedaan antara technopreneurship dengan entrepreneurship adalah pada penggunaan teknologi.

Technopreneurship memiliki dua tugas utama, yaitu menjamin bahwa teknologi berfungsi sesuai kebutuhan pelanggan dan teknologi tersebut dapat menghasilkan keuntungan. Sementara entrepreneurship hanya berhubungan dengan menjual sesuatu untuk mendapatkan keuntungan.

Technopreneur harus bisa menjawab tantangan zaman dengan memanfaatkan teknologi. Melalui penguasaan teknologi, seorang technopreneur harus dapat melakukan beberapa hal di bawah ini:
1. Mengidentifikasi dan mengevaluasi peluang pasar
2. Menemukan solusi-solusi untuk mengisi peluang pasar tersebut
3. Memperoleh sumber daya yang diperlukan, baik berupa uang, manusia, dan peralatan untuk menjalankan bisnis
4. Mengelola sumber daya dari tahap awal (start up) ke fase bertahan (survival) hingga fase pengembangan bisnis
5. Mengelola risiko-risiko

Tujuan Technopreneur

Tujuan dari technopreneur sebenarnya tidak jauh berbeda dari seorang entrepreneur. Berikut setidaknya ada tiga tujuan technopreneur dilansir dari situs Universitas Ciputra.

1. Meningkatkan Pemanfaatan Sumber Daya

Seorang technopreneur membuat bisnis teknologi dengan cara memberikan solusi atas masalah yang ada. Mereka membantu masyarakat menyelesaikan masalah sehari-hari dengan memanfaatkan sumber daya yang ada di sekitarnya. Contohnya, ojek online yang memanfaatkan masyarakat sekitar sebagai mitra.

2. Membuka Lapangan Kerja

Technopreneur dapat membuka lapangan kerja untuk masyarakat, sehingga taraf kehidupan masyarakat juga meningkat.

3. Mendorong Perkembangan Teknologi

Inilah yang membedakan technopreneur dengan entrepreneur. Technopreneur dapat mendorong perkembangan teknologi.

Munculnya banyak bisnis berbasis teknologi, membuat para pengusaha berlomba berinovasi membuat produk teknologi yang bisa membantu masyarakat.

Contoh Kegiatan Technopreneur

Dilansir dari sis.binus.ac.id dan career.its.ac.id, beberapa usaha yang meliputi technopreneurship antara lain produksi alat berbasis teknologi, software, menciptakan layanan-layanan berbasis teknologi, hingga menciptakan media sosial.

1. Produksi Alat Teknologi

Produksi peralatan teknologi ini antara lain pembuatan smartphone, gadget, laptop, dan alat teknologi canggih lainnya. Contoh technopreneur dalam bidang ini seperti Steve Jobs yang mendirikan Apple dan Elon Musk pendiri Tesla.

2. Membuat Software

Tokoh technopreneur yang sukses dengan pembuatan software antara lain Bill Gates dengan perusahaan Microsoft. Produk dari Microsoft tentu banyak kita manfaatkan, seperti Microsoft Windows, Microsoft Word, Microsoft Power Point dan kini berkembang memproduksi hardware.

3. Menciptakan Media Sosial

Salah satu bagian dari technopreneur adalah menciptakan media sosial seperti Mark Zuckerberg yang sukses dengan Facebook dan Instagram. Di Indonesia ada juga Andrew Darwis yang mendirikan Kaskus sebagai forum diskusi hingga jual beli.

4. Membuat Layanan Teknologi

Di Indonesia kita kenal sosok Nadiem Makarim yang sukses dengan mendirikan Gojek. Tak sekadar ojek online, Gojek juga memiliki layanan pesan antar makanan, hingga layanan untuk kegiatan sehari-hari. Ada juga Achmad Zaky pendiri Bukalapak dan Belva Devara yang mendirikan Ruangguru.

Peluang Technopreneur Bagi Masa Depan

Dalam laman kominfo.go.id, disebutkan bahwa industri kreatif merupakan sektor dengan prospek cerah. Para lulusan di bidang teknologi, komunikasi dan informatika (ICT) berpotensi besar untuk mengembangkan ilmunya untuk berwirausaha atau menjadi technopreneur.

Technopreneur diharapkan mampu memberi nilai tambah pada sumber daya di sekitarnya yang minim atau bahkan tanpa sumber daya sehingga membuat peluang usaha yang besar.

Dengan demikian, technopreneur dapat membuka lapangan pekerjaan dan meningkatkan perekonomian masyarakat.

Dari penjelasan di atas, tentu kita sudah mengetahui gambaran mengenai technopreneur. Bagi kalian yang ingin menjadi technopreneur, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan ketika membuat bisnis teknologi.

Berikut beberapa tips seperti dilansir dari buku pengantar Technopreneurship ITS.

  • Pilihlah ide yang konkret, artinya masuk akal dan dapat direalisasikan sesuai kemampuan kita
  • Buat sesuatu yang mudah untuk dipasarkan, karena tujuan berbisnis adalah mencari keuntungan finansial
  • Sesuaikan ide bisnis yang cocok dengan karakter kalian
  • Bisnis selalu memiliki risiko, tapi pilihlah bisnis yang risikonya paling rendah, terlebih jika kalian baru memulai
  • Terakhir, pilih bisnis yang bisa bertahan lama dan usahakan bisa terus berkembang

Demikian tadi ulasan mengenai technopreneur beserta contoh-contohnya dan bagaimana peluangnya di masa datang. Sekarang detikers siap jadi technopreneur? Semoga sukses ya.

Senin, 01 Januari 2024

K3LH

 

Memahami K3LH Pada SMK TKJ

Dalam melakukan sebuah aktivitas, salah satunya yaitu dalam bekerja kita harus memperhatikan prinsip bagaimana agar selalu baik-baik saja. Contoh di dalam sekolah SMK jurusan TKJ menerapkan K3LH yaitu kepanjangan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup.

K3LH Dalam Jurusan TKJ

Memahami K3LH pada Teknik Jaringan Komputer dan Telekomunikasi

Daftar Isi :

  • Pengertian K3LH
  • Prinsip K3LH
  • Ciri-Ciri K3LH
  • Tujuan K3LH
  • Prosedur K3LH
  • Implementasi K3LH

Baik kita akan mencoba untuk membahas sesuai dengan urutan yang sudah ada pada Daftar Isi.

Pengertian K3LH

K3LH merupakan kepanjangan dari Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup. Dilihat dari kepanjangan nya saja, kita dapat memahami bahwa, K3LH merupakan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup pada suatu Instansi atau Perusahaan yang memiliki pekerja (karyawan). 

Secara mendasar bahwa K3LH bersumber dari K3 yaitu Kesehatan dan Keselamatan Kerja

Selain di perusahaan K3LH ini juga diterapkan pada sekolah, khususnya di SMK (Sekolah Menengah Kejuruan). Karena SMK tidak luput dari kegiatan yaitu Praktikum di Lab ataupun ketika kegiatan Praktik Kerja Industri (Prakerin / PKL). Oleh karena itu hal ini harus di pahami oleh siswa/i nya.

Prinsip K3LH

K3LH memiliki prinsip-prinsip beberapa diantaranya yaitu:

  • Memiliki Prinsip dalam menjamin kesempurnaan melalui perlindungan atas kesehatan kerja, keselamatan kerja, yang dilakukan oleh para pekerja dalam melakukan pekerjaannya.
  • Prinsip berikutnya yaitu jaminan kesehatan, dan keselamatan kerja merupakan hak pekerja yang harus di terapkan.

Selain itu berikut ini beberapa prinsip K3LH (Sutrisno dan Ruswandi, 2007) :

  • Adanya APD (Alat Pelindung Diri) di tempat kerja. 
  • Adanya buku petunjuk penggunaan alat dan atau isyarat bahaya. 
  • Adanya peraturan pembagian tugas dan tanggung jawab. 
  • Adanya tempat kerja yang aman sesuai standar SSLK (syarat-syarat lingkungan kerja) antara lain tempat kerja steril dari debu,kotoran, asap rokok, uap gas, radiasi, getaran mesin dan peralatan, kebisingan, tempat kerja aman dari arus listrik, lampu penerangan cukup memadai, ventilasi dan sirkulasi udara seimbang, adanya aturan kerja atau aturan keprilakuan. 
  • Adanya penunjang kesehatan jasmani dan rohani ditempat kerja. 
  • Adanya sarana dan prasarana yang lengkap ditempat kerja. 
  • Adanya kesadaran dalam menjaga keselamatan dan kesehatan kerja

Ciri - Ciri K3LH

Berikutnya K3LH (Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup) memiliki beberapa ciri-ciri sebagai berikut :

  • Perusahaan atau Instansi memberikan seragam kerja lapangan yang mensupport dalam melakukan pekerjaan di lapangan, serta sepatu keselamatan (safety shoes).
  • Perusahaan meletakan banner atau slogan di lingkungan kerja, yang berisi tentang K3LH itu sendiri, supaya para pekerja selalu ingat dan mengerti untuk lebih mengutamakan Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup.
  • Pada aspek kesehatan, pastinya lingkungan yang bersih merupakan pendukung yang sangat baik pada kesehatan, beberapa contoh seperti membuang sampah pada tempatnya, mencuci tangan sebelum makan, dan lainya. 

Tujuan K3LH

Berikutnya K3LH (Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup) memiliki tujuan yang harus dicapai sebagai berikut :

  • Perusahaan atau Instansi menjamin dan melindungi tenaga kerja / pekerja / karyawan atas K3LH tersebut, diantaranya 
    • Hak atas Kesehatan
    • Hak atas Keselamatan 
  • Menjaga dan Memelihara hasil dari produk yang di lakukan oleh tenaga kerja / pekerja.
  • Menjamin Kesehatan dan Keselamatan Kerja dan Lingkungan Hidup.
  • Mencegah Terjadi Kecelakaan saat bekerja.
  • Mencegah sumber penyakit di lingkungan kerja.

Ketika tujuan dari K3LH tercapai maka proses produksi pada instansi atau perusahaan dapat tercapai pula dengan baik. 

Prosedur K3LH

Prosedur adalah serangkaian aksi yang spesifik, tindakan atau operasi yang harus dijalankan atau dieksekusi dengan cara yang baku agar selalu memperoleh hasil yang sama dari keadaan yang sama, semisal prosedur kesehatan dan keselamatan kerja, Prsedur Masuk Sekolah, Prosedur berangkat sekolah, dan sebagainya. (wikipedia).

Jadi Prosedur dalam K3LH yaitu merupakan tahap-tahap atau tindakan yang harus dijalankan atau dieksekusi dengan SOP Prosedur operasi standar (Standard operating procedure) yang sudah ditetapkan oleh instansi atau perusahaan.

Manfaat Prosedur K3LH

  • Menciptakan rasa aman pada para pekerja / karyawan dilingkungan pekerjaan ketika melaksanakan tugas.
  • Proses penerapan K3LH berjalan dengan baik karena sudah diciptakannya SOP atau langkah-langkah sesuai dengan prosedur K3LH.
  • Penerapan Prosedur pada K3LH dapat berjalan dengan efisien, efektif dan terarah pada instansi atau perusahaan ketika tenaga kerja melakukan tugasnya.

Implementasi K3LH

Implementasi merupakan sebuah tindakan-tindakan yang dilakukan dalam mewujudkan suatu hal yang sudah dirancang atau didesign sedemikian rupa.

Oleh karena itu Implementasi pada K3LH merupakan tindakan yang dilakukan agar Prosedur K3LH dapat berjalan dengan maksimal.

Bagaimana jika contoh nya di SMK Jurusan TKJ?

  • Menggunakan Gelang Antistatik ketika melakukan perakitan komputer.
  • Menggunakan alas kaki ketika berhubungan dengan listrik dalam kegiatan perakitan komputer.
  • Menggunakan safety belt ketika melakukan instalasi Jaringan.
  • Menggunakan helm dan pakaian khusus.
  • dan lainya.

Minggu, 31 Desember 2023

Sabtu, 18 November 2023

 

Mengenal Cloud Computing: Pengertian, Jenis, dan Fungsinya

Pasti kamu sudah sering mendengar istilah cloud computing dan mungkin juga sudah menggunakan teknologi tersebut. Sebagai informasi, cloud computing adalah jaringan internet yang membantu kamu menyimpan data yang cukup besar.

Namun, apakah kamu pernah mencari tahu lebih dalam definisi apa itu cloud computing, bagaimana cara kerjanya hingga manfaat cloud computing itu sendiri?

Nah, tidak perlu khawatir karena kali ini kamu akan lebih paham sebenarnya seperti apa sih teknologi cloud computing. Yuk langsung saja kamu simak sampai selesai ya.

Baca juga: Apa itu Cloud Hosting yang Bisa Mencegah Website Down?

Apa Itu Cloud Computing?

Cloud computing adalah teknologi yang mengolah sumber daya komputasi lewat jaringan internet, sehingga dapat menghubungkan antara komputer satu dengan yang lain.

Apabila dilihat dari istilahnya sendiri, cloud computing artinya komputasi awan. Nah, awan di sini maksudnya adalah jaringan internet, sehingga internet berperan menjadi pusat data dan informasi milik pengguna.

Dengan cloud computing kamu tidak perlu lagi menyimpan data dalam bentuk hard file atau pada hard disk. Selagi kamu memiliki jaringan internet, maka kamu bisa menyimpan dan mengaksesnya di manapun kamu berada.

Jadi dapat dikatakan, teknologi ini dapat diakses secara remote. Berdasarkan hak akses yang dimiliki atau sistem penggunaannya, cloud computing dibagi lagi menjadi 3 jenis, yaitu:

  • Public Cloud – public cloud dapat diakses oleh siapa saja dan tidak membutuhkan biaya, kamu bisa menggunakan semua fitur dan layanannya asalkan ada jaringan internet. Contoh public cloud seperti Instagram, Facebook, Youtube, Gmail dan masih banyak lagi.
  • Private Cloud – jenis ini biasanya digunakan di sebuah organisasi atau perusahaan yang membutuhkan tingkat keamanan data tinggi. Itulah mengapa disebut private karena hanya dapat diakses oleh orang – orang yang tergabung dalam organisasi tersebut.
  • Community Cloud – hampir sama dengan private cloud, Hanya saja, community cloud dapat diakses pihak luar yang masih memiliki hubungan dengan institusi terkait. Selain itu, jaringan dalam community cloud juga dapat dibuka untuk akses publik.

Baca juga: Mengenal Hybrid Cloud yang Punya Sistem Keamanan Kompleks

Cara Kerja Cloud Computing

Setelah mengetahui pengertiannya, lalu bagaimana cara kerja cloud computing, sehingga data dan informasi yang berada di cloud dapat kamu akses?

Mudahnya, cloud computing dibagi menjadi dua bagian, yaitu frontend dan backend. Kedua bagian tersebut saling terhubung menggunakan jaringan internet dan bekerja sama memberikan fungsi tertentu.

Frontend dapat diibaratkan sebagai user dan backend adalah bagian dari sistem cloud.

Frontend adalah tampilan website atau aplikasi layanan cloud yang bisa diakses oleh user. Selain itu juga terdapat aplikasi atau platform untuk mengakses cloud. Namun, tidak semua sistem cloud computing harus memiliki user interface yang sama.

Sementara itu, di bagian backend terdapat komputer, server dan sistem penyimpanan data yang membentuk cloud. Sistem cloud computing dapat berupa program komputer, pemrosesan data dan jenis file lainnya.

Biasanya setiap aplikasi pasti memiliki dedicated server masing – masing. Dengan melakukan penyimpanan secara virtual maka tidak akan menambah penggunaan memori pada komputer lokal kamu.

Baca Juga: Jaringan Komputer: Pengertian, Topologi, dan Jenisnya

Jenis Cloud Computing

Apabila dilihat dari jenis layanannya, cloud computing dibagi menjadi 3 jenis diantaranya sebagai berikut.

1. Software-as-a-Service (SaaS)

Jenis cloud yang pertama adalah SaaS, sebenarnya tanpa disadari kamu sudah sering menggunakan jenis cloud ini. Software-as-a-Service merupakan aplikasi yang berbasis cloud. 

Dengan menggunakan SaaS, kamu tidak perlu memikirkan penyimpanan data, pengembangan software, atau pemeliharaan servernya. Kamu hanya perlu tahu bagaimana cara menggunakan software tersebut. 

Konsep SaaS ini sebenarnya sudah cukup banyak ditemukan di teknologi end-user.  Berikut adalah beberapa contoh aplikasi berbasis SaaS yang mungkin sering kamu temui:

  • Google Apps (Docs, Spreadsheet, Gmail dll)
  • Dropbox
  • Office 365
  • Canva

Beberapa contoh software di atas ada yang free dan langganan berbayar. Untuk yang berbayar, kamu hanya perlu membayarnya sesuai dengan pemakaian saja.

Biasanya, software yang termasuk dalam SaaS dapat langsung diakses lewat browser, sehingga kamu tidak perlu install terlebih dulu.

Baca Juga: OneDrive VS Dropbox: Mana yang Terbaik?

2. Infrastructure-as-a-Service (IaaS)

Jenis selanjutnya adalah IaaS. Infrastructure-as-a-service memungkinkan kamu untuk lebih fleksibel dalam mengelola sumber dayanya. Jika di SaaS kamu hanya perlu mengerti cara menggunakan aplikasi saja, IaaS mengharuskan kamu untuk lebih paham tentang pengelolaan software komputer.

Namun bedanya, kamu tidak perlu memiliki peralatan komputer secara fisik. Sistem kerja IaaS adalah menyewakan komputer virtual yang dapat kamu kelola dan gunakan sesuai  keinginan.

Beberapa contoh implementasi IaaS yang cukup populer adalah:

  • DigitalOcean
  • Linode
  • AWS
  • Cisco Metacloud

Setelah menyewa, kamu dapat menambahkan kapasitas komponen seperti CPU, RAM, dan storage. Itulah mengapa IaaS seringkali dianggap lebih fleksibel dari SaaS.

Selain itu, meskipun kamu menyewa server dan menambahkan beberapa komponen, untuk urusan maintenance dan konfigurasi perangkat dilakukan oleh provider cloud tersebut. Salah satu contoh provider yang populer adalah Microsoft Azure.

Baca juga: Mengenal Cloud Server Supaya Website Kamu Mudah Diakses

3. Platform-as-Service (PaaS)

Jenis layanan yang terakhir adalah Platform-as-Service atau PaaS. Jenis cloud computing ini  seringkali digunakan oleh para developer atau perusahaan untuk mengelola aplikasi atau website mereka.

Seperti namanya, jenis cloud computing ini menyediakan layanan dalam bentuk platform.

Sehingga kamu dapat membangun atau mengunggah aplikasi di atasnya. Apa saja yang dapat kamu sewa dalam cloud tersebut? Di antaranya:

Itu semua digunakan untuk membantu menjalankan aplikasi yang kamu miliki. Pada PaaS, kamu tidak perlu lagi memikirkan tentang maintenance server dan jaringan Karena semua akan dikelola oleh penyedia layanan.

Jadi, kamu bisa benar – benar fokus dalam mengembangkan aplikasi yang sedang dibuat. Beberapa provider PaaS diantaranya adalah.

  • Amazon Web Service (AWS)
  • Microsoft Azure
  • Jelastic
  • Dewacloud
  • Dan yang lain

Manfaat Cloud Computing

Setelah mengetahui beberapa jenis layanan cloud beserta kegunaannya. Lalu sebenarnya apa manfaat cloud computing? Berikut beberapa manfaat cloud computing:

1. Mempermudah pengelolaan data

Ketika menggunakan layanan cloud, otomatis data atau file kamu akan tersimpan secara virtual di internet. Karena disimpan secara virtual maka kamu sudah tidak lagi memerlukan perangkat penyimpanan seperti flashdisk atau perangkat lainnya.

Kamu hanya tinggal mengunggah file pada cloud dan sistem akan otomatis menyimpannya. Selain itu, cloud computing tidak hanya memudahkan kamu menyimpan data tapi juga membackup dan merestore-nya.

Salah satu layanan cloud adalah Google Photos. Kamu dapat menggunakan Google Photos untuk  mencadangkan foto yang ada di HP kamu  ke cloud storage yang terhubung ke akun Google kamu.

Tidak hanya itu, kamu juga dapat mengunduh kembali foto yang kamu butuhkan kapan saja. Jadi ketika kamu berpindah ke HP baru, tak perlu repot-repot memindahkan foto — cukup dengan menghubungkan akun Google saja.

Masih banyak lagi implementasi cloud computing yang dapat mempermudah kehidupan sehari-hari. Namun, Google Photos adalah salah satu bukti yang kuat bahwa teknologi cloud dapat memudahkan proses pengelolaan berbagai jenis data.

Baca Juga: Manfaat dan Cara Backup Data Website

2. Menghemat biaya infrastruktur

Karena data disimpan secara virtual, maka kamu bisa lebih menghemat biaya. Seperti biaya pembelian perangkat keras karena kamu tidak perlu memakai hardisk atau perangkat penyimpanan lain.

Selain itu, karena menggunakan layanan cloud maka otomatis kamu juga akan menyewa server. Sehingga, kamu tidak perlu mengeluarkan biaya untuk pembuatan server secara mandiri di kantor kamu.

Lalu biaya apa yang harus dibayar? Biasanya hanya biaya langganan per bulan atau biaya sekali bayar.

3. Meningkatkan mobilitas kerja

Seperti yang sudah dijelaskan sedikit di atas, layanan cloud dapat diakses dari manapun. Kamu tidak perlu pergi ke suatu tempat untuk bisa mengakses datanya. Hal tersebut tentu akan meningkatkan mobilitas kerja kamu.

Jika kamu menggunakan penyimpanan data lokal seperti hard disk di laptop atau USB untuk menyimpan file, maka kamu tidak akan dapat mengakses file tanpa adanya perangkat tersebut.

Artinya, kamu tidak dapat mengakses file tersebut dengan perangkat lain tanpa membawa hard disk atau USB.

Ketika kamu menyimpan file di cloud storage seperti Google Drive, kamu bisa langsung mengakses yang kamu butuhkan selama ada koneksi internet.

4. Mempermudah Kolaborasi

Untuk kamu yang sering menggunakan Google Docs, pasti kamu bisa merasakan manfaatnya. Pada Google Docs, kamu bisa mengerjakan dokumen bersama rekan lain secara bersamaan.

Jadi kamu tidak perlu menunggu rekan setim untuk menyelesaikan pekerjaannya terlebih dulu, karena kamu bisa melakukannya sama – sama. Karena layanan cloud mendukung fitur kolaborasi untuk memudahkan pekerjaan.

Struktur Cloud Computing

Cloud computing terdiri dari dua komponen yaitu Front End dan juga Back End.

  • Front End terdiri dari klien Cloud Computing system-nya. Lalu dibagi lagi menjadi dua yaitu interface dan aplikasi yang diperlukan dalam mengakses platform cloud computing-nya.
  • Back End mengacu ke cloud itu sendiri, yaitu yang terdiri dari sumber daya. Sumber daya tersebut diperlukan bagi layanan komputasi awan.

Layanannya apa saja? Ada berbagai layanan yang disediakan teknologi komputasi awan yaitu virtual machine, server, data storage, security mechanism, dan lain sebagainya. Jadi, semua layanan itu berada di bawah kendali si provider/penyedia komputasi awan.

Cloud computing bisa mendistribusikan sistem file yang kemudian disebar ke banyak harddisk maupun mesin. Datanya tidak pernah disimpan di satu tempat saja.

Selain itu, jika satu unit gagal bekerja atau memproses, maka yang lain akan mengambil alih secara otomatis. Inilah canggihnya teknologi Cloud. Ruang disk pengguna dapat dialokasikan ke sistem file yang terdistribusi, sementara komponen penting lainnya semacam algoritma dimanfaatkan buat alokasi sumber daya.

Intinya, teknologi komputasi awan ini merupakan sistem distribusi yang kuat dan sangat bergantung ke algoritma yang kuat pula.

Dewaweb sendiri telah menggunakan teknologi canggih komputasi awan untuk menyediakan jasa web hosting dan VPS. Anda sedang mencari jasa hosting terbaik? Jangan langsung percaya dengan provider yang kasih harga murah meriah. Salah-salah, kamu bisa terkena biaya lebih besar nantinya jika ada masalah.

Baca Juga: Cara Memilih Hosting Terbaik

Kelebihan Cloud Computing

Keuntungan cloud computing yang utama, yakni lebih menghemat biaya yang dikeluarkan. Yuk, simak kelebihan cloud computing yang lainnya.

  • Menurunkan biaya infrastruktur IT (komputer,dll) bagi penggunanya
  • Meningkatkan kinerja atau performa kerja
  • Menurunkan resiko perawatan yang sering dan mahal karena jarang ada masalah
  • Mendapatkan pembaruan instan terhadap software yang ada
  • Meningkatkan kompatibilitas antar sistem operasi yang dipakai
  • Menyediakan cadangan/backup dan juga pemulihannya
  • Meningkatkan skalabilitas
  • Meningkatkan kapasitas penyimpanan/storage
  • Meningkatkan keamanan data

Kesimpulan

Setelah tahu pengertian cloud computing, apakah kamu sudah lebih paham dengan teknologinya?

Tanpa disadari sebenarnya kamu juga sudah sering menggunakannya, hanya saja sebagian besar pengguna masih awam dan belum tahu apa itu cloud computing dan bagaimana cara kerjanya. Semoga setelah ini kamu bisa menggunakan layanan cloud ini semaksimal mungkin.

Pengenalan d.m

  Jobsth Saran Karier Kehidupan kerja Pengembangan karir Mengenal Konsep Digital Marketing dan Cara Kerja Herodia m s.kom Ringkasan:   Digit...