JAKARTA, KOMPAS — Pendidikan tinggi di negara-negara yang tergabung dalam Organization of Islamic Cooperation atau OIC-15 menekankan pentingnya kerja sama antarnegara Islam dalam pengembangan dan pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan. Nantinya akan ada dokumen harmonisasi kebijakan kecerdasan buatan lintas negara.
Hal itu disampaikan Menteri Ilmu Pengetahuan, Riset, dan Teknologi Iran Hossein Simayi Saraf saat penutupan Pertemuan Tingkat Menteri Ke-2 Platform Dialog OIC-15, di Teheran, Iran, Senin (19/5/2025), dalam keterangan pers yang diterima Kompas.
Forum tersebut mewakili sekitar 1,8 miliar penduduk Muslim di empat benua, mempertemukan para pemimpin sains dan teknologi dari negara-negara anggota Organisasi Kerja Sama Islam (OKI).
Akses artikel gratis Anda habis.
Baca Lengkap Seluruh Artikel dengan Berlangganan
10+ buku digital dan 5+ Political Insight eksklusif di aplikasi
Akses ePaper hingga 30 edisi terakhir
Undangan prioritas webinar eksklusif bersama redaksi
Klaim voucer digital Hotel Santika dan mitra Kompas.id lainnya
Rp 110.000
/ Tahun
hanya Rp 9.000 / bulan
Harga Terbaik
Rp 15.000
/ Bulan
Rp 30.000
untuk 1 bulan pertama
untuk kuota artikel gratis
ataujika sudah punya akun.
Butuh bantuan? Hubungi
Versi cetak artikel ini terbit di harian Kompas edisi 22 Mei 2025 di halaman 5 dengan judul "Negara-negara Islam Berkolaborasi Kembangkan AI".
Komentar Pembaca
Kirimkan Komentar Anda
Jadilah yang pertama memberikan komentar. Silakan masuk atau daftar akun untuk menggunakan fitur komentar.